kehilangan.
sabtu-minggu, 20-21 jan 07, adalah moment loosing yg terberat untuk adikku. baby-nya yg baru 8 minggu harus dikeluarkan karena pendarahan. kandungan lemah kata pak dokter. adikku malang....katanya lagi calon anaknya kembar cowok....rabu, 24/01, adek dimakamkan di dekat lik sukar. selamat jalan keponakanku....
ada banyak hal dari loosing. sesuatu yg terangkat dari diri dan jiwa. meninggalkan sesuatu yg perih. misalkan adikku. sampai nangis berjam2.
berlaku juga bagi loosing a power, sehingga berlomba2 membuat koalisi ini dan itu. mencari kelemahan dan kekurangan yg punya power. bukannya saling memperkuat dan merapatkan barisan.
ternyata kisah klasik....
loosing isiah. sebuah film ttg cewek negro yg hamil tanpa suami. diberikan kepada keluarga kulit putih. tapi sekali lagi, loosing is a pain. akhirnya dimintalah lagi anaknya dengan dalih diskriminasi dari keluarga si kulit putih. padahal si anak dicintai sepenuh hati. tidak terlihat lagi mana yg hitam mana yg putih.
loosing sewaktu tsunami. meninggalkan beribu luka fisik dan mental
dari semua itu, apakah kita siap kehilangan karena "kepemilikan" begitu lekat dengan hati manusia.
pastilah tidak, pastilah ada guncangan2 kecil.
dalam kehidupan yg penuh cinta dengan pak ulisku, "loosing" terkadang menjadi nightmare. padahal love is not to have, but to love is to be.
be myself, be ourselves.....menjadi cinta itu sendiri. (kata anthony de mello...)
let's try...karena aku cinta kehidupan.
Thursday, January 25, 2007
Friday, January 5, 2007
pilihan
kata momo, hidup adalah "about choosing". bagi yg mampu berpikir jernih, mungkin akan mengamini. bagi yg sudah sesak dengan hidup itu sendiri pastilah akan menolak. katanya hidup ini suratan takdir.
back to ourselves. aku memilih untuk menjadi aktivis, karyawan di lembaga ini dan menjadi seorang istri.( belum untuk seorang ibu.....)
kalau direview, terbentang panjangnya pilihan untukku. ketika sudah memilih, seringkali pilihan itu benar. namun adakalanya karena situasi tertentu maka pilihan itu perlu dikoreksi kembali. tidak perlu ragu atau malu. dikoreksi kembali bukan berarti mengganti total 100%.
rasanya kok semuanya ttg memilih. mau bobok apa melekan? mau makan atau puasa? mau mandi atau sibin ? lha kalau sakit ? tentunya hanya orang yg kurang waras yg memilih sakit. tapi sakit (tidak semua) kan ada penyebabnya. mungkin terlalu sering makan jeroan sapi. padahal punya pilihan bisa makan tempe atau tahu. atau menikah. itu juga pilihan.
menjadi pemulung. pastilah si pemulung akan menolak jika dihakimi memilih karir sebagai pemulung. siapa sih yg berbesar hati menerima profesi itu? tapi kalau diruntut ke belakang, mungkin awal mula profesi itu karena pilihan juga. atau menjadi penemis, pencuri, pelacur, anak jalanan, gelandangan, peragawati, pramugari.
karena sepanjang kupahami seorang bayi lahir tidak dengan label untuk menjadi ....di kelak kemudian hari. titik2 itu yg mengisi kita sendiri. kalau masalah dibabtis, seumpama dia khatolik, ketika babtis bayi memang tidak bisa menolak. gimana menolak wong bisanya cuma oek oek oek...tapi seiring berjalannya waktu maka bisa saja toh dia berubah. tiba2 ingin menjadi budhist. itu kan hak asasi. asalkan mau "perang" dengan keluargnya. biasanya begitu....ingin jadi presiden juga sebuah pilihan kok....meskipun sby dulu dicalonkan parati demokrat tapi kalau dia tidak mau kan ya pilihannya dia...tapi dia memilih untuk mau dan akhirnya terpilih.
kata momo, hidup ini adalah ttg memilih.
kata sulis, hidupnya juga penuh dengan berbagai pilihan.
menjadi aktivis, kemudian menjadi manajer, kemudian menjadi kepala biro. dari single kemudian menikah. mengapa menikah, mengapa dengan pak ulis, megapa ke surabaya,... tidak ada yg sulis terima dalam kondisi "ready to wear". semuanya berproses....jangan takut melakukan koreksi terhadap pilihan. toh pilihan bukan dengan lampu wasiat aladin. yg cuma diberikan 3 pilihan. (padahal sehari saja kita punya puluhan pilihan ya..).
semoga setiap insan sadar akan makna "hidup ini adalah memilih".
back to ourselves. aku memilih untuk menjadi aktivis, karyawan di lembaga ini dan menjadi seorang istri.( belum untuk seorang ibu.....)
kalau direview, terbentang panjangnya pilihan untukku. ketika sudah memilih, seringkali pilihan itu benar. namun adakalanya karena situasi tertentu maka pilihan itu perlu dikoreksi kembali. tidak perlu ragu atau malu. dikoreksi kembali bukan berarti mengganti total 100%.
rasanya kok semuanya ttg memilih. mau bobok apa melekan? mau makan atau puasa? mau mandi atau sibin ? lha kalau sakit ? tentunya hanya orang yg kurang waras yg memilih sakit. tapi sakit (tidak semua) kan ada penyebabnya. mungkin terlalu sering makan jeroan sapi. padahal punya pilihan bisa makan tempe atau tahu. atau menikah. itu juga pilihan.
menjadi pemulung. pastilah si pemulung akan menolak jika dihakimi memilih karir sebagai pemulung. siapa sih yg berbesar hati menerima profesi itu? tapi kalau diruntut ke belakang, mungkin awal mula profesi itu karena pilihan juga. atau menjadi penemis, pencuri, pelacur, anak jalanan, gelandangan, peragawati, pramugari.
karena sepanjang kupahami seorang bayi lahir tidak dengan label untuk menjadi ....di kelak kemudian hari. titik2 itu yg mengisi kita sendiri. kalau masalah dibabtis, seumpama dia khatolik, ketika babtis bayi memang tidak bisa menolak. gimana menolak wong bisanya cuma oek oek oek...tapi seiring berjalannya waktu maka bisa saja toh dia berubah. tiba2 ingin menjadi budhist. itu kan hak asasi. asalkan mau "perang" dengan keluargnya. biasanya begitu....ingin jadi presiden juga sebuah pilihan kok....meskipun sby dulu dicalonkan parati demokrat tapi kalau dia tidak mau kan ya pilihannya dia...tapi dia memilih untuk mau dan akhirnya terpilih.
kata momo, hidup ini adalah ttg memilih.
kata sulis, hidupnya juga penuh dengan berbagai pilihan.
menjadi aktivis, kemudian menjadi manajer, kemudian menjadi kepala biro. dari single kemudian menikah. mengapa menikah, mengapa dengan pak ulis, megapa ke surabaya,... tidak ada yg sulis terima dalam kondisi "ready to wear". semuanya berproses....jangan takut melakukan koreksi terhadap pilihan. toh pilihan bukan dengan lampu wasiat aladin. yg cuma diberikan 3 pilihan. (padahal sehari saja kita punya puluhan pilihan ya..).
semoga setiap insan sadar akan makna "hidup ini adalah memilih".
Wednesday, January 3, 2007
past time
kata momo tidak ada "sekarang". karena semua yg kita alukan dan ucapkan serta merta menjadi masa lalu dalam sepersekian detik. sehingga yang ada adalah masa depan. kata iklan, the future is now. karena masa depan akan datang pada saat kita menerimanya. masa depan adalah sesuatu yg diangankan. ketika angan2 itu datang, maka telah berubah menjadi masa kini.
sejenak aku datang ke masa laluku. hijau dan penuh kenangan. kenangan suara ulat2 makan ribuan daun. lirih tapi konstan. khas. suara itu tidak pernah hilang setelah lewat 2 th.
ajaibnya, ada tanaman rambat masuk ke ruangku melalui jendela. 3 pucuk. kalau merambat makin tinggi, bisa menembus angkasa. aku bisa memanjat dan menemukan negeri lain di balik awan2. yg paling ajaib adalah raksasa bermata satu dengan godho rujak polo. galak dan kejam. ada dapur luas dengan puluhan koki dan jenis makanan. di pojok dapur ada bebek bertelur emas. fantasi yg luar biasa.
leyeh2 di rumah pilihan yg tepat saat ini. sambil mengenang masa lalu dan memanjat tanaman menembus awan....
aku ingin mencintaimu
dengan sederhana
dengan kata yg tak sempat
diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu
dengan sederhana
dengan isyarat
yang tak sempat
disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada
omnia tembus habent
(mn romo dick untuk mantra saktinya)
sejenak aku datang ke masa laluku. hijau dan penuh kenangan. kenangan suara ulat2 makan ribuan daun. lirih tapi konstan. khas. suara itu tidak pernah hilang setelah lewat 2 th.
ajaibnya, ada tanaman rambat masuk ke ruangku melalui jendela. 3 pucuk. kalau merambat makin tinggi, bisa menembus angkasa. aku bisa memanjat dan menemukan negeri lain di balik awan2. yg paling ajaib adalah raksasa bermata satu dengan godho rujak polo. galak dan kejam. ada dapur luas dengan puluhan koki dan jenis makanan. di pojok dapur ada bebek bertelur emas. fantasi yg luar biasa.
leyeh2 di rumah pilihan yg tepat saat ini. sambil mengenang masa lalu dan memanjat tanaman menembus awan....
aku ingin mencintaimu
dengan sederhana
dengan kata yg tak sempat
diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu
dengan sederhana
dengan isyarat
yang tak sempat
disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada
omnia tembus habent
(mn romo dick untuk mantra saktinya)
Tuesday, January 2, 2007
snowman
tradisi memberikan bingkisan di hari natal mungkin angin dari dunia barat. renungan akhir tahun 06 yg banyak bencana adalah betapa hidup ini bagai pusaran waktu. ketika lupa akan ada tombol reminder yg siap bekerja kapan saja Sang Programmer menghendaki. saat liburan ada karya michael ende, seorang penulis kelahiran jerman, yg sempat saya nikmati. momo. ttg petualangan anak kecil dengan kesendiriannya yg sederhana. bagaimana sang waktu menuntunnya ke dalam banyak hal. kisah2 yg tidak ia pikirkan, bahkan tidak kita pikirkan. karena waktu seolah berjalan linier dengan kita. kita tersadar ada waktu hanya apabila terjebak dalam macet, rapat, deadline, makan, tidur, etc..etc... saya hanya punya sedikit waktu untuk merenungkan apa yg sudah diberikan oleh waktu kepada saya. betapa hebat dia bekerja. memberikan saya banyak kesempatan. di meja kerja berdiri sang snowman dengan syal hijau, kancing bulat2 ungu (warna favorit..), dan topi kuning merah. wajahnya jenaka. tentu saja putih dengan pipi gembung dan perut endut seperti perut pak ulis. sosok yg selalu happy. mengingatkan saya ttg natal yg telah lewat. natal th 2006. yg artinya telah saya lewatkan 360 hari lagi. lorong 06 telah saya lewati. satu tahun lebih 4 bulan pernikahan dengan pak ulisku, si snowman 24jam. berjalan ke 4th dengan lembaga ini. semuanya seolah sungai. kata teman, ces't la vie....
selamat datang 2007, selamat jalan 2006. banyak luka di sana. itu pasti. tapi banyak pucuk bunga dan cinta melimpah. itu juga pasti. karena itulah hakikat waktu. semoga kita/kami/saya/pak ulisku selalu mencari....
selamat datang 2007, selamat jalan 2006. banyak luka di sana. itu pasti. tapi banyak pucuk bunga dan cinta melimpah. itu juga pasti. karena itulah hakikat waktu. semoga kita/kami/saya/pak ulisku selalu mencari....
Subscribe to:
Comments (Atom)